Do’a Putus Asa

​Hari ini tahun 2017 M.

seorang umat manusia sudah mulai merasakan kehilangan ulama yang bisa dijadikan sebagai panutan untuk belajar dan pelindung bagi ketentraman kehidupan umat manusia.

Ya Allah, jangan dulu engkau tiadakan ulama haq kami, sesungguhnya kami ingin terus mempelajari tentang ajaran-Mu, tolong jangan buat mereka dan aku yang bodoh ini mengangkat para ulama yang lebih bodoh hingga hidup kami tiada berarti dan mati dalam kerugian.

tulisan ini sengaja dibuat, supaya jika nanti 10 atau 30 tahun kemudian, ada yang membaca ini, dan paham akan artinya, bagaimana kehidupan kalian di masa depan? Apakah lebih baik daripada zaman aku menulis ini? Jika ya, mungkin Allah masih memberi kesempatan bagi kita untuk di dunia, jika sebaliknya…. inalillahi….

Leave a comment

jauh mimpiku

Semua tentangmu, tentangku, hanya harap… jauh ku jauh mimpiku, dengan inginku.


Leave a comment

Road to Klimaks

Hari ini kudendangkanlagu yang ingin kunyanyikan

Terkenang semua kenangan, yang tlah ku alami……

nadamu yang terus meninggi penuh dengan emosi….

setidaknya diriku pernah berjuang

Meskipun tiada bernilai di matamu……

andai kau bisa, pahami diriku

Menghargai aku, sedikit saja….

saat kubuka buku yang tlah berdebu

Tentang cerita masa lalu….

Tersesal, kini ku menyesal

diriku diam, bagaikan malam

mimpiku, sudahlah hilang

Inginya, mengulang…..

kuyakin kita akan bahagia

Meski harus tak lagi bersama…..

Leave a comment

Pilkada jakarta 2017

Hm…. dimulai dari mana yah?

Sebaiknya dimulai dari isu yang sangat besar dulu yaitu soal agama, pernah baca “kalau ada yang halal kenapa pilih yang haram?” Wah dahsyat tim suksesnya.

menanggapi soal pertama ini, saya pribadi tidak perduli apa agama dari calonnya, why? Apa saya tidak mengerti soal agama? Mungkin iya, tapi, saya lebih condong ke history, sejarah, sejarah menceritakan, mereka yang katanya muslim yang terpilih, kelakuannya sama seperti bangsa jahiliah yang tak punya agama. Kata siapa? Baca, belajar makanya biar gak di begoin orang.

kedua, aku percaya jika seorang Ahok menang pasti Indonesia berubah, tapi ada yang bilang ” ya berubah jadi kristen dan cina semua” helllloooooo, dimana di Negri ini ga ada orang cina sama kristen? Ente beli sembako dimana? Toko cina men! Ente beli baju mahal di mall bonafid punya siapa? Punya cina men! Ga percaya? Coba cek deh sekali2 jangan katak dalam kolor.

lanjut, ini bukan negara Islam, jelas, sejarah mengatakan perjuangan kemerdekaan bukan hanya dilakukan oleh suku, etnis,agama tertentu tetapi SEMUANYA BERJUANG, mengapa kalian begitu getol? Keras kepala? Think man. Anda kerja di perusahaan besar, tau gak itu perusahaan punya siapa? Jangan jangan punya cina juga? Kalau di fikir jadinya lucu deh, serius.

prinsip aku dari dulu, kalau ada teman yang menghina teman yang lain di belakang itu pasti teman yang buruk, lah ini di debat terbuka kok saling menghina? Come on dimana hati kalian men?

Di pesbuk, isu agama luar biasa besar lho gaes, sumpah, banyaaak banget. Sampe ada demo khusus soal penistaan agama ,lucunya para saksi yang dihadirkan yang seharusnya memberatkan tersangka malah bilang ga ada yang tersinggung karena konteksnya tidak seperti yang di tuduhkan, ampun deh gila politik kita, gila banget. Ada juga saksi yang malah pengen salaman sama orang yang katanya menistakan dan menghina agamanya? Waw, waw banget.

dari sisi lain, pilkada Dki ini juga secara tidak langsung menunjukkan identitas asli tukang ceramah yang ada di Indo, ada yang halus, ketauan keras, ada yang lembut ketahuan bringas, ada yang kalem ketahuan licik, dan ada juga yang gahar tiba2 jadi sayu2 unyu gitu, ga tau sih kenpa, denger2 karna kasus chatting. Enat bener atau enggak biar waktu yang membeberkannya.

bukannya tidak menghargai para abdi negara yang anti pakde dan kokoh karena lahan basah mereka jadi kering kerontang,  tapi bagi aku yang memang cari duit dari keringat bukan dari mark up sana mark up sini, amplop sana amplop sini, aku emang ga punya alasan untuk membenci mereka berdua. Dan lucunya alasan pembenci mereka itu ujung2nya sama, “duitnya susah” “terlalu ketat” maaf yah kalo aku sebut disni, mental abdi negara sudah parah semua. Ga percaya? Tanyakan mengapa tak suka pakde sama kokoh,Jika ayah anda abdi negara tanya padanya, jika kakakmu yang kerja tanya dia, maka kamu akan tercengang dengan jawaban mereka yang “sama”.

Yah, aku emang ga bisa debat soal agama, bukan pakarnya, malahan kurang, tapi kalau seandainya, anda, saya mau sedikit saja untuk menggali agak sedikit lebih dalam, tentang suatu masalah atau persoalan, mencari sedikit lebih banyak sumber informasi terpercaya, maka aku yakin kita semua bisa melihat mana yang baik mana yang buruk. Hentikan budaya baca satu paragraf paham satu buku.

Leave a comment

kok gitu?

Liat gelang , ingat gelang, wah gelang tali, gelang karet, gelang kabel, aku dulu beli, tapi karna keringetku tajem jadinya putus, rapuh sendiri.

liat timezone, inget fun city, aku suka lho main motor, sayang ga bisa bonceng orang sih, maen tembak tembakan juga suka, walapun peluru pertama sasarannya bukan pada layar.

Liat bus, ingat kuliah, pulang pergi naik bus, yah walaupun cuma sampe smester 2 selebihnya kuliah di palembang, tapi bolehlah, gak pernah laper, kuliah emang gitu kalo mahasiswa baru semangat 45, kenyang tenang, walaupun cuman mie.

liat abege gandengan, e alah, aku gagal fokus soalnya itu ibu malah loncat2 di punggung tuh bapak, mesra banget deh

liat lantai keramik gede, eh kedengeran besi ngegelinding, tring trang trang, ga tau sih dimana, emang ada suara, kan tempatnya luas so susah buat cari.

liat artis gendong anak, ingetnya malah anaknya? Lho kok gitu, iya kan yang nge fans sama artisnya, nah anaknya jadi terfokuskan, gimana rasanya tuh anak punya ibu artis? Penasaran deh

liat cermin, malah gak ingat apa-apa. Lho kok gitu? Ga ada yang special di cermin itu kok, itu pantulanku, ya gitulah dari dulu bentuknya, apa yang mau di ingat? Bukankah ingatan itu di triger oleh sesuatu yang special? Ada sih, rambut.

liat rokok. Inget malboro putih, itu rokok candu pertama gue, isi 20, harganya 20, pahitnya ampun aromanya bikin pusing. Eh, kok mirip? Apaan sih!?

Liat lampu, inget matahari, ya sinarnya terang, kalo sinarnya ga ada? Gelap. Ga bisa liat, suram. Gak apa apa biar jauh, kecil, dikit, yang penting masih bisa liat jalan gak nabrak sana sini, pinjem donk lampu stronkengnya, walapun jauh dan redup lumayan yang penting ada chynya, biar ga terasa sendiri karena ada bayangan yang menemani.

Leave a comment