Endless Love : The Story about Princes Trauma and the Poor Worker.

Di suatu masa, ada seorang putri yang cantik jelita serta berbudi luhur hidup damai sejahtera, smpai suatu saat ia bertemu dengan seorang pangeran… sang putri begitu senang pada saat itu … namun ternyata kebahagiaanya tidak berthan lama karena ia merasa telah di kecewakan oleh sang pangeran, kekecewaanya begitu mendalam, hingga akhirnya sang putri memutuskan untuk berlari mengucilkan dirinya di sebuah pulau kecil tak berpenghuni di seberang pulau utama…

Di lain pihak, terdapat seorang kuli  serabutan, sang kuli hidup sendiri karena sejak kecil ia sudah tidak memiliki siap2 lagi, ia hidup berdasarkan usaha dan kerja kerasnya sendiri.  Sang kuli pertama kali melihat sang putri ketika ia berbelanja di pasar lokal, saat itu terdapat selebaran bahwa telah menghilang seorang putri entah kemana…. Namun sang kuli merasa aneh ia seolah familiar dengan wajah itu, ya wajah yang di poster itu ialah wajah wanita misterius  yang sering ia tunggu untuk muncul di seberang dermaga.

ilustrasi tempat tinggal sang putri.

Sang wanita misterius ini tinggal di tempat terpencil de seberang pulau di pulau kecil tak berpenghuni… sang kuli menjadi penasaran dan mencoba untuk lebih mengenal tentang wanita itu…

Sang kuli hanya bisa berdiri di ujung dermaga untuk menunggu wanita itu … jika ia beruntung maka ia bisa melihat wanita itu, dan sesekali menyapanya, sang kuli pun jatuh cinta kepada wanita itu dan memutuskan untuk berusaha menjaga sang wanita sekuat tenaganya…

Sejak saat itu sang kuli mulai menaruh perhatian kepada sang putri, hampir setiap hari ia berdiri di samping dermaga untuk sekedar melihat putri …. Namun sesungguhnya sang kuli tidak mengetahui bahwa orang yang di seberang  laut itu adalah seorang putri, ia mengira wanita tersebut adalah anak dari penduduk lokal setempat yang sedikit autis sampai akhirnya sang kuli membaca poster di selebaran pasar itu.  Terkadang  ia hanya duduk termenung di tempat yg kosong membelakangi dermaga, sang kuli hanya bisa melihat pungung sang putri tanpa berani menyapa dan terkadang malah tidak muncul sama sekali…. Sang kuli hanya menghabiskan watunya saja tanpa hasil…

Namun sang kuli bukan type lelaki mudah menyerah, meskipun sang putri begitu keadaanya…. Sesekali kuli berpura2 tenggelam hanya untuk menarik perhatian sang putri agar melihatnya, dan di malam hari sang kuli bernyanyi di dermaga untuk menghibur dan menyejukkan hati sang putri yang mengurung dirinya… begitu seterusnya hingga tak terasa waktu berlalu…. Kuli tidak berharap banyak kepada sang putri, ia Cuma ingin putri bahagia, meskipun sang putri lebih suka sibuk sendiri dengan penjara yang ia ciptakan namun senyuman sang putri yang sesekali terlihat dikala sang kuli bertindak konyol, seolah menghapus semua lelah sang kuli setelah seharian berjemur menanti kedatangan putri di pinggir dermaga… sang kuli sangat ingin membawa sang putri pergi dari penjara yang kejam itu… namun bagai mana jika sang putri sendiri tidak mau meninggalkannya? Berbagai cara telah kuli coba untuk membahagian sang putri….

Tapi apa daya… kuli hanyalah seorang kuli… dia hidup serba kekurangan dan ia juga manusia biasa…. Waktu terus berjalan dan roda kehidupan terus berputar jarak antara pulau dan penjara sang putri pun seolah melebar,  seolah-olah lautan semakin menjauhkan kuli dan sang putri, apalah daya seorang kuli jika ia setiap hari hanya menanti di pinggir dermaga menyaksikan sang putri yang tersiksa di seberang sana… sampailah ia dalam masa dimana tubuh dan fikirannya tak mampu lagi menahan… sang kuli merasa bodoh karena ia tidak mampu menyelamatkan orang yang dia sayangi… sang kuli hanya bisa menyalahkan diri mengapa ia begitu takut untuk menyebrangi lautan ….

Akhirnya sang kuli membuat rakit dengan sisa uang yang dimilikinya, dan berhasil menyebrang ke tempat putri… namun sesampainya di seberang, rakitnya hancur di terjang ombak terhempas ke karang…. Pupuslah harapan sang kuli untuk membawa kembali sang putri….

Sang kuli pun kemudian memutuskan untuk tinggal bersama sang putri di pulau itu, meski sang putri berada di dalam jeruji dan sang kuli di luar, sang putri tampak terlihat senang degan keberadaan sang kuli di dekatnya, terlebih lagi sang kuli yang pandai bercerita dan menghibur dengan alat musik yang di bwanya, putri mulai tertawa, tersenyum… mereka pun saling berbagi kisah dan cerita… waktu berjalan terus, keakraban mereka pun semakin terjalin, namun tetap saja… masalah utama sungguh, putri tidak pernah meminta sang kuli untuk membawanya pergi dari penjara itu…. Sang kuli hanya bisa mengikuti alur saja… sang kuli sangat mengerti alasan mengapa putri begitu keras hati memilih tersiksa dari pada pergi bersamanya tapi sesungguhnya hal inilah yang membuat sang kuli ingin membuktikan bahwa cintanya bisa membahagiakan sang putri  lebih dari apapun…….tapi  Kuli hanya bisa menanti, ia tidak berani menyatakan cintanya karena ia tau putri memiliki pendirian dalam hatinya , kuli hanya bisa menyatakan cintanya jika sang putri sendiri yang  memutuskan untuk mengulurkan tangan dan keluar dari penjara itu…

Akhirnya…. Setelah sekian lama di dera rasa sedih dan depresi… sang kuli pun sakit… ia tidak sanggup lagi melihat sang putri yang terus menyiksa diri padahal ia telah melakukan berbagai upaya untuk membahagian sang putri, ia merasa tidak berguna sekali…… ia berfikir, mungkin memang sang putri tidak akan pernah mencintainya, mungkin kisahnya memang hanya bisa sampai disni…. Dengan sisa tenaga yang ia miliki sang kuli mengukir sebuah batu dan meninggalkan pesan…

No mater if i couldn`t bring Ur eternal happines maybe next time another one who beter than me will come after you but, at least u give me thousand precious memories, am really happy that I can be with the one I love even just for a while, nothing to worry about me as long as you happy, my happines belongs to Ur smile, but am worried something, it`ll give me so much pain, if someday i see u still stand in same place, and bad memories still remain in u…I LOVE YOU even in my last breathe….

Sang kuli akhirnya memutuskan untuk berenang menyebrangi lautan sendiri tanpa sepengetahuan putri, ia memilih melanjutkan kehidupannya daripada tersiksa batin bersama putri… lives move on, loves goes on, jika memang bukan jodohnya tak perlu dipaksakan, sang kuli tak berharap banyak dari sang putri, namun sang kuli juga tak ingin memilih jalan hidup seperti sang putri.

Sang kuli menjalani hidupnya dengan normal di pasar seperti biasanya bekerja serabutan, sampai akhirnya ia menemukan seorang wanita yang menghargai dan mencintai sang kuli dengan sepenuh hati, sang kuli lalu menceritakan kisah cintanya yang benar-benar tidak menyenangkan kepada kekasihnya, kekasih sang kuli pun hanya bicara “Ya aku tahu kau adalah orang yang tulus dalam mencintai seseorang, dan kau telah mengerti bahwa cinta tak dapat dijalani dengan sebelah hati, jika kau tak bergerak meninggalkan dia, maka kita tak akan menjadi pasangan suami istri yang berbahagia seperti ini” sang kuli pun menjawab “tentu saja, tuhan mengirimkan cinta terbaik untukku, yaitu kamu ”

Hidup adalah pilihan…kita hanya bisa memutuskan satu pilihan…

Karena setiap keputusan yang telah diambil…

Tidak boleh di sesali ….

The end.

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: