Filosofi Katak dan Lebah

Salah satu dosen yang ngajar di kampusku pernah bercerita, beliau mengatakan kalo hidup itu bagai filosofi katak dan lebah.

Sifat jelek yang di miliki katak namun terkadang terdapat di dalam diri manusia yaitu :

  • Kalau mau bergerak keatas semua hal di sundul tanpa peduli
  • Jika bergerak menyamping menggunakan sikunya ntuk bergerak
  • Menyukai tempat kotor
  • Dan ketika ia bergerak melompat meninggalkan posisinya maka semua yang di injakknya mengalami kerusakan.

.

.

Ada juga sifat yang baik yang dimiliki oleh lebah yang perlu kita tiru misalnya :  

  • Kerja sama dalam membangun sesuatu yang bermanfaat bagi kepentingan koloninya
  • Berada hanya di tempat yang bersih dan wangi
  • Meskipun se ekor lebah menginggapi dahan rapuh yang hampir patah, tapi ia takkan membuat dahan itu patah, meskipun saat ia hinggap ataupun ia bergerak terbang meninggalkan dahan tersebut.

Tak ada yang salah dari katak, apakah lebah begitu sempurna? tidak juga, sebab ia memiliki bisa (caci) dan sayangnya apabila seekor lebah telah mengeluarkan caci nya maka hidup lebah itupun akan berakhir, Jadi , kita sebagai manusia harus pandai memilih dan menyesuaikan diri kapan meniru lebah dan kapan kita meniru katak, misalnya saja kita dalam suatu medan pertempuran kita perlu menjadi katak agar dapat terus bertahan hidup dan ketika kita berada ditengah-tengah masyarakat maka kita harus dapat berinteraksi dan bekerja sama dengan semua warga just like the bee.

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: