Sekilas pandang negara saya

Mengamati dan mendengar kabar negara ini yang beredar di koran maupun televisi membuat saya (entah orang2 lainnya) berfikir begitu buruknya negara ini , sistem tata negara tak ada yang benar, DPR, DPRD, MA, Kepolisian, Angkatan bersenjata, Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, semua terkontaminasi Politik.

Mendengarkan ahli tata negara saat ini berbicara ( periode 20 november 2012) negara ini sistem tata negaranya adalah “Chaos”berantakan. What should we do?

Ahli tata negara mengatakan, semua lembaga yang ada dinegara kita sudah dimasuki oleh unsur politik, tak ada lagi wilayah ethic, estetic, semuanya politic, campur aduk. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya anggota partai politik yang berkecimpung di berbagai lembaga negara, penyelenggara negara, pengawas penyelenggara negara. Bagaimana mungkin dapat cross check, jika antara pengawas, dan pelaksana merupakan berasal dari satu partai politik yang sama, yang memiliki kepentingan yang sama?Korupsi? kolusi? nepotisme? hah, itu sudah makanan negara kami ini.

DPR ? pada zaman ini 2012, sampai dengan saat saya menceritakan ini , DPR sudah kehilangan muka dimata rakyat, pimpinan, anggotanya, mungkin bisa berkilah dimedia mengatakan ini itu untuk menutup[i bobroknya ahlak dan prilaku mereka, namun tetap saja saya rasa mereka tahu tanggapan masyarakat yang ada diluar gedung megah mereka.

Pada kesempatan menulis ini, saya sangat tertarik untuk mengomentari DPR, tentang pandangan saya saat ini, dan kemungkinan kedepannya. Kemana kita membawa perkara hukum, pidana, perdata tertinggi? tentu saja Mahkamah Agung, Hakim agung yang akan memutuskan, Apakah saya pribadi percaya pada keputusan MA ? jawabannya tidak, mengapa? karena Para hakim Agung dipilih Oleh  DPR! dan DPR adalah lembaga yang menghabiskan banyak uang negara, mulai dari pemilihan, pemeliharan, dan perjalanannya namun memiliki manfaat yang TIDAK ADA. Saya pernah menddengar berita di salah sau stasiun televisi swasta bahwasanya, anggaran perjalanan keluar negri para anggota DPR itu lebih dari 500 Milyar rupiah setiap tahunnya, sebuah angka yang fantastis bukan? dana sebanyak ini hanya untuk dihabiskan untuk jalan-jalan, saya rasa jika dibagikan sebagai modal usaha pada rakyat miskin (1000 orang saja pertahun) dalam 5 tahun Indonesia sudah menyelamatkan 5000 penduduk miskin hanya berbekal uang saku perjalanan anggota DPR saja. Kualitas suatu Negara dapat dilihat dari kualitas penegakan hukumnya, negara saya ini? Hukumnya jelek. Contoh sederhana saja, bagaimana mungkin terjadi sengketa lahan antara beberapa pihak yang masing2 pihak memiliki akta surat menyurat yang sama-sama SAH dimata hukum? ini Mata hukumnya yang rabun atau apa? dan sengketa lahan ini banyak sekali dinegara saya. Apakah bisa Masalah seperti ini diselesaikan dengan adil, jawaban saya TIDAK, karena kembali Hukum tertinggi adalah MA dan MA ada di bawah KEKUASAAN DPR, dan DPR tidak pernah ADIl.

Semua keputusan di negara ini selalu harus mendapat persetujuan DPR, padahal semuanya tahu DPR adalah Lembaga yang tidak bermoral dan tidak berguna samasekali, lalu bagaimana mungkin kami rakyat ini bisa percaya pada pemerintah? apa guna kami memilih presiden kalau presiden juga mau ngapa2in harus minta izin DPR ? dalam berbagai kesempatan banyak pembicara DPR menyalahkan pemerintah jika negara ini dalam suatu masalah, lah, kami ini rakyat bodoh yang gak tau SIAPA SIH PEMERINTAH ITU? bukannya semua lembaga pemerintah negara ini dibawah DPR? presiden aja gak bisa ngapa2in kalo gak disetujuin DPR, sekarang DPR malah nyalahin pemerintah, lucu, konyol dan menggelitik.

Sistem negara ini apa sih? Parlementer atau Presidensial? gak jelas carut marut kacau balau sestem negara yang dianut oleh negara saya ini tidak pernah saya pelajari di pelajaran PPKN dulu, mungkin saya memang bukan ahli tata negara, namun saya yakin negara saya ini sudah bobrok karna saya sudah mendengarnya dari ahli tata negara yang mengatakan demikian.

Kalau menyebut Presiden, DPR pasti termasuk Pemilihan umum (Pemilu), pertanyaan simple dibenak saya dan (mama) saya, buat apa kami memilih kalau ada KOALISI? yang kalah berKOALISI dengan yang menang sehingga jadi ikut menang. Apa gunanya suara kami ini COY? merunut kebelakang, memperhatikan semua chaos yang terjadi di negara ini, menurut pandangan saya, mata rantai kekacauan negara ini terletak pada PARTAI DAN KOALISI PARTAI, saya tidak perlu menjelaskan mengapa partai, karena saya rasa semua orang tau kualitas kaderisasi semua parpol di nigara saya ini. Saya hanya menitik beratkan pada KOALISI, bagaimana mungkin KOALISI dapat terjadi? yang menang kok mau-maunya menggandeng yang udah kalah? jawabannya lagi-lagi saya dapat dari ahli tata negara yang berbicara, terjadi politik “DAGANG SAPI” dimana semua parpol baik yang menang maupun yang kalah saling berunding satu sama lain dengan menawarkan sesuatu dan mengharapkan imbalan sesuatu. Jelas sudah sumber kekacauan negara saya ini, Sistem tata negara yang carut marut, dimana semua aspek pemerintahan dimasuki oleh politik dan partai politik, partai politik yang semuanya tidak berkualitas, dan negara saya ini dipimpin oleh partai politik, siapa? jawabannya DPR. jelas DPR adalah gudang para Tetuah PArpol.

Mendengar kata-kata seseorang yang terlibat dalam kasus BANK CENTURI “kalau saya ungkapkan semua masalah negara ini , bisa2 negara ini hancur” gak perlu dibilang juga kayaknya kami rakyat bodoh ini juga udah tau kali mas, saya mau nanya sama mas yang bilang itu, kalo anda mengungkapkan semua faktanya, siapa yang akan mengadili? MA? hahaha DPR juga terlibat pada SEMUA KASUS KORUPSI BESAR yang ada dinegara ini, jadi omongan anda hanya akan dianggap bualan saja. siapa lagi KPK? mas, KPK juga ketuanya dipilih oleh DPR kok, udah pasrah ajalah.

Gak ada habisnya masalah dinegara saya ini, terus terang saya juga udah pasrah, nunggu para dedengkot persatuan setan udah pada mati, mungkin baru negara saya ini bisa terbebas dari lingkaran kejahatan massalnya.

Negara saya sebenarnya TIDAK BERDAULAT, negara saya BELUM merdeka, negara saya tampak SEPERTI negara miskin, negara saya TIDAK memiliki hukum, semuanya karena PEMIMPIN yang tidak bermoral, saya hanya bertanya kepada tuhan, kapan kami mendapatkan pemimpin yang amanah?…. setelah memikirkan semua hal ini saya harus kembali dalam kehidupan saya, mencari nafkah untuk melanjutkan kehidupan, karena kalo enggak, ya pemerintah atau negara saya gak akan peduli sama saya, orang saya bukan siapa-siapa dinegara saya ini, hanya rakyat bodoh, buta dan tuli.

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: