Radikal theory

Beberapa orang mengatakan kemiskinan adalah akar dari kejahatan. Tapi saya mengatakan kejahatan berakar dari jiwa busuk yang bersemayam pada diri seseorang yang memang dibiarkan oleh tuhan.

Bagaimana mungkin tuhan membiarkan umatnya berhati busuk dan keji? Menurutku itu mungkin saja, seperti halnya saitan yang apabila tuhan menghendakinya untuk menjadi malaikat, tentu bukanlah hal yang suliy bagi~NYA, firaun yang jasadnya dibuat abadi agar manusia yang hidup sesudahnya dapat belajar darinya, banyak lagi contoh lainnya. Tujuannya untuk mengambil hikmah dan pelajaran bagi orang2 yang beriman, dan berfikir.

Pertanyaanya, bagaimana cara kita menghadapi manusia yang di takdirkan untuk membuat kesengsaraan bagi umat manusia lain dan ditakdirkan untuk masuk neraka ini? Saudariku pernah berkata ” saudara itu ibarat jemari tangan, jika ibu jari sakit maka jari lainnya merasakan sakit juga “. Mungkin ada benarnya.

Namun bagaimana jika penyakit di ibu jari tsb adalah kusta? Apakah akan tetap dibiarkan hingga yang lain membusuk? Atau malah memotong jari sehat lain agar tidak terinfeksi? Alasan kedua tampak konyol ya? Namun ada manusia bodoh yang memilih melakukan hal seperti itu.

Orang busuk hati dan berfikiran keji tidak akan pernah berubah, Karena itu adalah takdirnya. ” people never change, its only situation which changed” itu adalah teori yang aku buat. Oorang tidak pernah berubah, hanya situasinya yang berubah. Hal ini dapat dianalogikan dengan cerita seseorang yang saat ini selalu saja tertawa dan sumringah jika dihadapkan dengan situasi penuh musibah tentulah ia akan menjadi seorang yang pemurung, begitupun sebaliknya.

Untuk merubah situasi inilah manusia di tuntut intuk berjuang dan bekerja keras. Kemauan dan kemampuan untuk betubah tetsebut mutlak berasal dari campur tangan tuhan. Tapi tetap kembali lagi ke teori awal, bahwasanya ada beberapa umat manusia yang dibiarkan tuhan untuk dalam keadaan buruk seumur hidupnya untuk menemani saitan di neraka.

Untuk kasus kusta tadi, tentu pilihan  u tuk mensyukuri sisa jemari yang sehat dan membuang sumber penyakit yang pasti akan menggerogoti anggota tubuh lainnya adalah pilihan paling bijaksana.

Pertanyaan lain pun muncul, bagaimana jika manusia dianalogikan sebagai seorang ibu dan ayah, dan jemari adalah anak~anaknya? Saya dapat merasakan perasaan jemari sehat yang dipotong agar tak terinfeksi itu.

Berbeda dengan jemari jika dipotong lantas dikubur atau dibuang, bagi mereka anak yang di tinggalkan orang tua demi memilih hidup dengan anak yang hanya membuat mereka sengsara, dalam hal ini orang tualah yang akan dikubur dan dibuang dari fikiran anak anak yang tidak beruntung tersebut , soal benar atau salah hanya dapat di tanyakan pada tuhan jika sudah mati nanti. Ya, bagaimanpun juga ini hanya teori dariku.

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: